jengnadnet

revealing me…

jengnadnet header image 2

Si Perempuan Banyak Mau ;-)

December 9th, 2007 · 7 Comments

Perempuan banyak maunyaa?
Iyaa itu gue bangett hehehe…

Kepengen jadi mamah yang deket ama anak-anak
always all the time..
Kepengen jadi istri yang pinter masak,
tetep cantik langsing, selalu ceria ama suami
ga pake acara ngambek-ngambek..hihi..
(maap ya Yang ;-) ..
Kepengen tetep punya duit sendiri buat blanja-blanja
sekaligus nabung..
Pengen tetep narcis aktualiasasi diri..

;-)

Hmmpf…
sempet ngerasa ..maruk banget yaa?

Tapiii sodara-sodara, kemarin, waktu diundang menjadi nara sumber
acara Psichology Fair UI 2007
untuk bincang interaktif “Perempuan dan Ketiga Dunianya”,
gue jadi banggaaaa beneerr hihi…

Soalnya Kata mb Yeti — sang Psikolog, nara sumber ahli –
Adalah sebuah hal yang sehat,
bila kita mengejar mimpi kita.

Kata mb Yeti lagi,
Banyak perempuan yang cenderung membatasi diri
karena merasa bersalah.
Perempuan banyak maunya? Kenapa engga?

Ternyata,
tidak semua perempuan punya impian.
Padahal,
Bila kita punya keinginan dalam diri,
itu adalah sebuah energi…bersyukurlah.

Mb Yeti juga cerita,
Ada sebuah daerah, desa, di negeri Eropa
(beliau lupa namanya)….
yang ternyata harapan hidupnya amat-sangat tinggi.
rata-rata hidup para penduduknya mencapai 90 tahun keatas.
Para ahli psikolog terkenal, ilmuwan, peneliti, dokter, dll
kemudian melakukan riset…yang hasilnya ternyata?

Mereka tidak pernah membatasi diri dalam bermimpi.
Indah banget yaa??
Even nenek-nenek pun masih akan belajar biola, berenang,
pokoknya hal-hal yang “harusnya” dipelajari sama anak kecil.

ehemm…mb Yeti juga sempet muji BIB
*narcis dot com, maap ;-)*

Perempuan itu, secara kultur, banyak yang merasa
tidak harus lagi menjaga dunia nya sebagai seorang “being”…
tapi hanya dunianya sebagai istri dan ibu,
juga anak mungkin yaa..

namun, kesalahan terbesar manusia (bukan hanya para Jengs)…
adalah saat kita tidak setia pada impian.

Karena itu, kata mb Yeti,
saat Beliau ngedengerin cerita kita,
ada Sharah dan Sotya juga yang jadi nara sumber
(moderator nya BIB),
beliau menganggap, BIB adalah para perempuan
yang bergerak dari keterbatasan yang ada,
yang bergerak mengikuti kata hati,
dan melakukan gerakan batin.

uhhuuuyy…
suiiitt…suiittt….suiitt..

*dezzighhh*
hihihihi….

Amiinnn ;-)

Susah?
Banget!!

Gw, Sharah dan Sotya pun harus mengorbankan beberapa hal
demi mencapai impian sebagai seorang work at home mom.
Banyak hal yang musti kita pelajari lagi, dari nol,
demi mencapai impian kerja di rumah.

trus…truss.. Dea sempet nanya,
“Saat seorang perempuan menikah, biasanya,
fokusnya bukan aku lagi, tapi kami…,
bagaimana itu mbak Yeti?”

mb Yeti bilang,
“Prioritas itu sangat sah untuk berubah”.
Tapi kita musti bener-bener merasakan keikhlasan perubahan itu –
saat kita menempatkan prioritas “kami” diatas “aku”.

Akan menjadi sesuatu yang salah,
bila ada rasa keterpaksaan.

- apa hal yang paling kita inginkan?
- jangan menyalahkan lingkungan.

Hmm..
langsung keinget…
banyaakk banget temen-temen gue yang
cenderung selalu beralasan,
“yahh lo mah enak Nad didukung suami”
“yaah, lo mah enak Nad, nyokap rumahnya deket”
dll…

Nah kalo yang ini nihh
penjelasannya cocok banget buat cerita
tentang si Rajawali dan si Bebek.

Jadi di dunia marketing (eh apa psiklogi ya?) kata mb Yeti,
dikenal ada:
Sang Rajawali…sebagai di accountable person.
Orang yang biasanya bertanggung jawab pada apapun yang
terjadi dalam hidupnya.
sama seperti rajawali,
orang-orang ini biasanya “terbang sendirian”.

Lalu, ada lagi Si Bebek.
Tau kan? bebek biasanya kemana-mana
selalu berkelompok.
Ribuutt baget ber kwek-kwek-kwek dalam kelompoknya hehehe..
Nahh samaa…
Orang yang jadi “si bebek” cenderung mengeluh
dan hanya bersembunyi dalam kelompoknya.
Ciri-cirinya?

Ini kata mb yeti loh yaaa hehe
bukan kata gue *takut ditempukin pembaca hehe*
- Self pity
mengasihani diri sendiri…kayak itu tadi,
yah lo sih enak Nad…bisa gini gitu.
yah lo sih enak Sar..didukung bla bla…
- terlalu banyak kwek kwek (baca: ngomong)
;-)

seorang bebek biasanya mengabil cara pandang
seorang korban (victim).
Semua yang ga bisa dicapai dalam hidupnya,
adalah “gara-gara” orang lain ;-)

(wiiihh daleemmmm hehehe…)

Bebek biasanya tidak mau mengambil tanggung jawab
atas kehidupannya.
Dan, cenderung akan menyalahkan orang lain.

Jadiii..
saat kita sudah memutuskan untuk menjadi
seorang istri dan ibu rumah tangga,
cuma diri kita sendiri
yang bisa merasakan keikhlasan menempatkan prioritas
dalam hidup kita…

kalo jengNad nambahin yaa..
bagaimanapun komunikasi suami istri itu penting…
kita akan makin ringan melaksanakan
aktivitas sebagai seorang istri, ibu, dan “being”…
kalo si suami tau :
what am I feeling…what I want…what do I need…
and vice versa…
walopun kalo yang ini, kayaknya suami gue dah kebanyakan tau
sampe2 kemauan istrinya ini sudah ga sehat hihi
(maap lagi ya Yang ;-) ..

;-)
Jadii?
Jadi rajawali bareng yuk jengss ;-)

del.icio.us Digg Facebook Technorati Google StumbleUpon Bloglines

Tags: Mommy Dearest · Just Blogging

7 responses so far ↓

  • 1 sharah // Dec 10, 2007 at 2:52 am

    roger roger…rajawali 1, di sini rajawali 2 copy …ganti ;-) (cukup norak gak? qeqeqeq)

  • 2 donna // Dec 10, 2007 at 6:40 am

    oh, bener banget tuh, nad. aku juga banyak maunya. kadang merasa bersalah, tapi kupikir, toh aku juga hidup demi diriku sendiri kan? wajar dong pengin ini-itu. dan bener banget, di sekitarku ada aja para bebek yang dikit-dikit komentar, “elu sih enak, bikin apa2 bisa, semua bisa cepet…” atau “gue sibuk nih, elu bantu gue dong bikinin novel atas nama gue.” buseeeeet deh! :)
    thanks for sharing!

  • 3 mamahoney // Dec 10, 2007 at 6:55 am

    Kata2 mba Yeti mengena ya Nad. Ini dilema, byk perempuan yg bingung menentukan SKALA PRIORITASNYA stlh menikah dan py anak. Byk perempuan yg bekerja smata2 mengejar 5c cash,creditcard,car,condo,countryclub ataw gak ‘gaya’ kl gak kerja kantoran ataw risih mengerjakan pekerjaan pembantu dirumah hingga kualitas waktu utk keluarga dan anak2 dikorbankan. Hidup memang pilihan, sisi kelebihan dan kekurangnya pasti ada, apapun pilihan itu bersikaplah profesional termasuk menjadi ibu rumah tangga yg bekerja dirumah 24/7 tanpa payslip dan dengan seenak jidatnya sebagian orang mengecap golongan ini sebagai pengangguran! dziiiig

  • 4 Devita Umardin // Dec 10, 2007 at 8:07 pm

    sip…sip..pembelajaran yg bagus, jeng Nad. Ngimpi lagi aaah ;)

  • 5 reyna // Dec 11, 2007 at 1:34 am

    Trus .. klo dah jadi Rajawali … ngapain ya?? hehehe

  • 6 Catur // Dec 13, 2007 at 1:00 am

    Bunda ….

    makasih sudah mampir ya…

    Klo saya ya sekarang bebek. Cereweueeet banget.
    Klo disuruh pilih saya bingung nih. Mau jadi rajawali apa bebek.

    Ehmmmmmm
    Jadi merpati aja ah!
    Bolehkan milih?
    Karena Merpati tidak pernah ingkar Janji :P
    Ngacooooo…

  • 7 Ika // Sep 22, 2008 at 3:21 am

    Jeng nad, makasih banyak. Tulisannya membuatku sadar bahwa aku masih menjadi seroang bebek. Yang kerap menyalahkan keadaan sehingga gak maju2.
    Dan yang ada akhirnya banyak mimpi yg terkubur karena selalu “beralasan”.
    Insya Allah skr lagi belajr u memperbaiki diri, sehingga suatu saat bisa ngekor kesuksesan jeng nad.. =)

Leave a Comment